Berita

Bangunsari Merayakan Kemerdekaan dan Ruwat Bumi dalam Balut Asa Desa Sehat

  • 30-08-2026
  • bangunsari
  • 4

Siang itu, Minggu, 30 Agustus 2026, bentang langit di atas Desa Bangunsari membiaskan warna keemasan yang hangat, seolah turut merestui derap langkah masyarakat yang memadati setiap sudut jalan desa. Udara sejuk pedesaan perlahan berpadu dengan riuh semangat warga yang berkumpul membawa satu energi yang sama. Hari itu bukan sekadar hari biasa; Desa Bangunsari menggelar Pagelaran Seni Barongan—sebuah mahakarya tradisi yang diusung untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus melangsungkan tradisi luhur Merti Desa. Di balik riuh tepuk tangan dan kibaran bendera merah putih, perayaan kali ini memancarkan napas baru melalui tema yang menyentuh nadi kehidupan warga: Kampanye Desa Sehat.

Suara petikan campursari dan gema kendang membumbung tinggi, menandai dimulainya atraksi yang telah dinanti-nantikan. Dari balik pelataran, sosok-sosok Barongan tampil megah dengan topeng kayu berukir garang, dihiasi rumbai-rumbai yang meliuk indah setiap kali sang pembarong melakukan gerakan melompat dan menerjang. Gerakan yang gagah namun sarat estetika itu menggambarkan perlindungan, keberanian, dan semangat membendung marabahaya. Ribuan mata anak-anak hingga sesepuh desa terpana menyaksikan harmoni antara magisnya tradisi lokal dan riang gembira perayaan kemerdekaan yang menyatu tanpa jarak.

Namun, daya tarik pagelaran ini tak berhenti pada indahnya gerak tarian tradisi semata. Di sela-sela atraksi pembarong yang memukau, tersirat pesan-pesan kehidupan yang diselipkan dengan begitu anggun. Para seniman lokal mengemas dialog dan atraksi seni dengan edukasi kesehatan masyarakat, mengajak seluruh warga Bangunsari untuk saling bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan, membudayakan pola hidup sehat, serta merawat keharmonisan alam pedesaan. Merti Desa—yang pada hakikatnya merupakan wujud syukur atas rezeki bumi dan doa keselamatan—kini dimaknai secara kontekstual: bahwa desa yang sejahtera senantiasa bermula dari masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.

Saat matahari mulai bergeser ke ufuk barat, kemeriahan tak lantas surut. Gelak tawa warga, deretan UMKM lokal yang menjajakan kuliner sehat khas desa, serta lambaian tangan tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah desa menyempurnakan suasana hangat penuh kebersamaan. Pagelaran Seni Barongan hari itu berhasil membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang kaku, melainkan media yang hidup untuk menggerakkan perubahan positif. Di Bangunsari, semangat kemerdekaan ke-81 RI dan kesucian Merti Desa telah tertanam erat, mekar menjadi janji bersama menuju desa yang mandiri, berbudaya, dan sehat sejahtera._red_mascarik.

Share :