**PATEBON, KENDAL** — Suasana sore di sepanjang jalan depan Balai Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal tampak berbeda pada Selasa, 10 Maret 2026. Menjelang detik-detik waktu berbuka puasa, riuh rendah langkah kaki dan senyum ramah para pemuda berbaur hangat dengan deru halus kendaraan yang melintas. Sore itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Bangunsari bersinergi erat dengan Karang Taruna menggelar aksi sosial membagikan takjil gratis kepada warga dan pengguna jalan.Kegiatan yang sarat akan nilai kepedulian ini bukan sekadar aksi sosial biasa di bulan suci Ramadhan, melainkan bagian dari rangkaian momen bersejarah—peringatan Hari Jadi Desa Bangunsari yang ke-45. Mengusung semangat gotong royong dan pengabdian, momentum pertambahan usia desa ini dirayakan dengan cara yang paling menyentuh: berbagi langsung dengan masyarakat.*Ratusan Paket Takjil dan Senyum di Depan Balai Desa*Sejak pukul 16.30 WIB, para pemuda-pemudi Karang Taruna bersama perangkat desa telah bersiap dengan ratusan paket takjil yang dikemas rapi. Posko utama yang berpusat tepat di depan Balai Desa Bangunsari menjadi titik kumpul pembagian. Setiap kali kendaraan memperlambat lajunya, para pemuda dengan santun menyapa, mengulurkan bingkisan manis pelipur dahaga bagi mereka yang sedang dalam perjalanan pulang.Geliat kebersamaan ini memancarkan energi positif yang luar biasa. Kepala Desa beserta jajaran perangkat Pemdes Bangunsari tampak turun langsung ke jalan, bahu-bahu dengan generasi muda. Kolaborasi lintas generasi ini merefleksikan keharmonisan tata kelola desa yang didukung penuh oleh semangat progresif kepemudaannya. Senyum merekah dari para pengendara sepeda motor, pengayuh sepeda, hingga pejalan kaki yang menerima takjil menjadi upah tak ternilai atas peluh yang terbayar sore itu.*Merajut Silaturahmi Melalui Buka Bersama Tokoh Masyarakat*Setelah riuh rendah pembagian takjil mereda seiring tenggelamnya matahari di ufuk barat, agenda tidak berhenti begitu saja. Langkah kaki kemudian diarahkan menuju area dalam Balai Desa Bangunsari. Rangkaian acara berlanjut pada prosesi yang lebih khidmat dan penuh kehangatan: Buka Puasa Bersama (Bukber) sekaligus sarasehan bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT/RW, dan segenap kelembagaan desa.Acara buka bersama ini menjadi ruang kultural di mana sekat-sekat formalitas mencair. Di atas hamparan tikar dan hidangan yang bersahaja, terajut dialog-dialog ringan namun mendalam mengenai perjalanan Desa Bangunsari selama 45 tahun berdiri.Dalam sambutannya, pihak Pemerintah Desa Bangunsari menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian desa hingga usia hampir setengah abad ini. Disampaikan pula bahwa sinergi antara Pemdes, Karang Taruna, dan para sesepuh atau tokoh masyarakat adalah pilar utama dalam membangun Bangunsari yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa-masa yang akan datang.*Refleksi 45 Tahun Bangunsari*Saat adzan maghrib berkumandang, doa bersama dilantunkan dengan khusyuk, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga Desa Bangunsari. Menikmati hidangan berbuka bersama dalam satu nampan dan lingkaran yang sama menegaskan kembali esensi dari Hari Jadi ke-45 ini: bahwa kekuatan terbesar Desa Bangunsari terletak pada rasa kekeluargaan dan persatuan warganya.Kegiatan sore hingga malam itu sukses menorehkan catatan indah dalam lembar sejarah desa. Melalui takjil yang terbagi dan doa yang terucap bersama, Desa Bangunsari tidak hanya merayakan hari jadinya dengan angka, tetapi dengan aksi nyata yang memperkuat akar sosial dan spiritual seluruh masyarakatnya.(red@mascarik)
Share :