PATEBON, KENDAL — Lembar awal dari sebuah kisah pengabdian resmi dimulai. Berbalut semangat muda dan tekad untuk mengabdi kepada masyarakat, seluruh anggota kelompok mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 186 mengawali langkah perjuangan mereka di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Hari pertama menjadi jembatan awal untuk menyapa alam, menyatu dengan warga, dan merajut jalinan silaturahmi di tanah pengabdian yang baru: Desa Bangunsari.

Sinar mentari pagi menyapa hangat, mengiringi tumpuan langkah awal para mahasiswa di pelataran Kantor Kecamatan Patebon.
Tepat pukul 07.00 WIB, suasana khidmat menyelimuti area Kantor Kecamatan Patebon. Seluruh mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 186 berkumpul rapat dalam barisan apel penerjunan. Kegiatan ini menandai secara resmi dimulainya masa bakti mahasiswa di tengah-tengah masyarakat.
Apel pelepasan dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta Kepala Desa Bangunsari. Dalam amanat yang disampaikan, terpancar harapan besar agar para mahasiswa mampu membawa perubahan positif, menjaga almamater, serta berbaur secara harmonis dengan kearifan lokal. Tatapan mantap para peserta apel menjadi simbol kesiapan mereka untuk mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan Desa Bangunsari.

Langkah kaki berlanjut menuju jantung desa, membawa asa untuk berkolaborasi dan belajar bersama.
Usai pelaksanaan apel di kecamatan, rombongan bertolak menuju Balai Desa Bangunsari. Tepat pukul 09.00 WIB, prosesi serah terima mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 186 dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Acara penyerahan ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis dan formal oleh Dosen Pembimbing Lapangan kepada Kepala Desa Bangunsari beserta jajaran perangkat desa. Senyum hangat dan keterbukaan pihak pemerintah desa menyambut kedatangan para mahasiswa, menciptakan atmosfer positif serta optimisme bahwa program-program pengabdian yang dirancang ke depan akan berjalan dengan lancar dan berdaya guna.

Di bawah guratan jingga senja, ketukan pintu dan senyum ramah menjadi kunci utama meretas jarak dengan warga.
Menjelang sore hari, usai menata ruang tinggal di posko baru, seluruh anggota kelompok mengetuk pintu-pintu rumah warga di lingkungan sekitar. Kegiatan salam sapa ini dilakukan untuk memperkenalkan diri secara langsung sebagai "warga baru" yang akan tinggal di lingkungan tersebut selama masa KKN.
Gelak tawa, keramahan, dan tegur sapa hangat dari para tetangga menyambut kehadiran mahasiswa. Perbincangan ringan di teras-teras rumah warga tidak hanya mencairkan kekakuan, tetapi juga menumbuhkan rasa kekeluargaan yang tulus antara mahasiswa dan masyarakat sekitar posko.

Malam mulai berlabuh, diskusi terjalin untuk memetakan alur interaksi dan tokoh pilar penopang desa.
Selepas waktu Maghrib, agenda berlanjut dengan berkunjung ke kediaman Pak Carik (Sekretaris Desa) Bangunsari. Dalam suasana santai penuh keakraban, seluruh anggota kelompok berdiskusi dan berkoordinasi mengenai peta sosial desa.
Pertemuan singkat selama 30 menit ini berfokus pada pendataan serta koordinasi terkait tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat yang dapat dihubungi. Informasi penting dari Pak Carik menjadi kompas bagi mahasiswa untuk melangkah lebih terarah dalam membangun jejaring komunikasi selama menjalankan program kerja.

Menutup hari dengan arahan dan restu, mengukuhkan komitmen untuk bersama membangun Desa Bangunsari.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Kepala Desa Bangunsari pada pukul 19.30 WIB. Pertemuan malam hari ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota kelompok untuk berkoordinasi lebih mendalam mengenai visi, arahan, serta harapan pemerintah desa terhadap keberadaan mahasiswa KKN.
Kepala Desa memberikan nasihat, arahan strategis, serta dukungan penuh terhadap rencana agenda yang akan dilaksanakan. Diskusi hangat ini ditutup tepat pukul 20.00 WIB, meninggalkan rasa optimisme dan kesiapan matang bagi seluruh mahasiswa Posko 186 untuk mengarungi hari-hari pengabdian selanjutnya di Desa Bangunsari.
Share :