VIDEO_REC_PENGAJIAN UMUM KH. SHOLIHIN-REBAN-BATANG
*BANGUNSARI* – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Desa Bangunsari pada Minggu malam Senin (28/06/2026). Ratusan warga tampak berduyun-duyun memadati area pengajian umum yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1448 Hijriyah. Acara yang dikemas dengan penuh rasa syukur ini dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 13 Muharram 1448 Hijriyah, diinisiasi oleh Jam’iyah Yasin Wal Istighosah Al-Muttaqin—sebuah majelis taklim yang biasanya menggelar pengajian rutin setiap malam Jumat di desa setempat.
Di bawah bimbingan dan naungan Bapak Muhammad Anwar—yang juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Bangunsari—jam'iyah ini sukses menyulap momentum bulan suci Muharram menjadi panggung refleksi batin, syiar Islam, dan penguat tali silaturahmi antarwarga.
Guyub Rukun dalam Semangat Sengkuyung
Keindahan sejati dari perhelatan ini bukan hanya terletak pada megahnya dekorasi atau pengeras suara yang menggema, melainkan pada luhurnya tradisi sengkuyung—gotong royong bahu-membahu—yang ditunjukkan oleh seluruh anggota Jam’iyah Yasin Wal Istighosah Al-Muttaqin.
Meskipun acara akbar ini digelar pada hari Minggu malam, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Semua anggota jam'iyah, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, dengan kompak bergerak bersama. Ada yang sibuk menata panggung utama, menyiapkan hidangan berkah, hingga mengatur rekayasa arus lalu lintas desa. Semua dilakukan dengan senyum keikhlasan, digerakkan oleh satu tujuan untuk menghidupkan syiar Islam di tanah kelahiran mereka.
Malam pun kian larut, namun semangat warga justru semakin menghangat. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang bergemuruh syahdu, dilanjutkan dengan untaian kalimat-kalimat thoyyibah dalam doa Istighosah. Suasana terasa begitu magis saat ratusan suara menyatu, melangitkan doa dan memohon perlindungan serta kemakmuran untuk seluruh warga Desa Bangunsari memasuki lembaran tahun yang baru.
Apresiasi Setinggi-tingginya dari Kepala Desa
Keberhasilan dan kekompakan warga ini memicu rasa bangga yang luar biasa dari jajaran pemerintah desa. Kepala Desa Bangunsari, Bapak Suwandi, dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pengurus, dan jamaah yang terlibat.
> "Melihat kekompakan malam ini, saya merasa sangat bangga dan terharu. Jam’iyah Al-Muttaqin bukan hanya sekadar majelis dzikir rutin, tetapi terbukti mampu menjadi motor penggerak kerukunan dan keguyuban di Desa Bangunsari. Terima kasih kepada Pak Sekdes Muhammad Anwar yang terus istiqomah menaungi kegiatan ini, serta seluruh anggota jam'iyah yang telah nyengkuyung bersama demi suksesnya acara yang begitu indah dan khidmat ini," ujar Bapak Suwandi dengan nada penuh kehangatan.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan fondasi penting dalam membangun desa. Menurutnya, pembangunan fisik desa harus berjalan selaras dengan pembangunan spiritual warganya agar tercipta masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.
Harapan Baru di Tahun yang Baru
Sementara itu, Bapak Muhammad Anwar selaku pengampu jam'iyah sekaligus Sekdes, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Beliau berharap momentum Tahun Baru Hijriyah 1448 H ini bisa menjadi titik balik bagi warga untuk senantiasa berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih peduli sesama, dan meningkatkan ketakwaan.
Pengajian umum ini ditutup dengan mauidhoh hasanah (ceramah agama) yang menyejukkan hati dan doa bersama. Ketika lampu penutup acara dipadamkan dan warga mulai melangkah kembali ke rumah masing-masing, ada senyum yang terkembang dan kedamaian yang tertinggal. Malam itu, Desa Bangunsari tidak hanya memperingati pergantian kalender Islam, tetapi juga merayakan indahnya kebersamaan dalam balutan iman yang kokoh.(red@mascarik)
https://youtube.com/live/Xt1x5p-YojQ
Share :