Berita

Salinan Kasih dan Pengabdian: Rangkaian Harapan di Tanah Bangunsari

  • 28-07-2026
  • bangunsari
  • 22

Setiap helai hari dalam masa pengabdian selalu menyisipkan cerita tentang ketulusan dan kebersamaan. Hari itu, sejak mentari menyapa pagi hingga malam merangkul desa, para mahasiswa KKN melangkah menyusuri setiap ruang kehidupan warga Desa Bangunsari—menjalin silaturahmi, merawat kesehatan generasi, hingga mematangkan arah langkah pengabdian.

Merawat Tunas Bangsa di Posyandu Desa

Pagi hari diawali dengan riuh senyum dan kehangatan di Posyandu desa. Tepat pukul 08.00 WIB, Divisi Kesehatan dan Lingkungan bersama Sekretaris dan tim PDD (Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi) turun langsung mendampingi dan membantu berjalannya kegiatan rutin pelayanan kesehatan masyarakat.

Hingga pukul 11.30 WIB, ruang Posyandu dipenuhi canda tawa anak-anak dan kehangatan ibu-ibu warga desa. Para mahasiswa dengan cekatan membantu proses penimbangan balita, pencatatan tumbuh kembang, hingga pembagian makanan tambahan. Setiap momen terekam indah melalui kamera PDD, mengabadikan kepedulian yang mengalir tanpa sekat antara mahasiswa dan warga.

Meniti Gagasan Bersama Bapak Carik untuk UMKM Desa

Saat matahari merambat lurus di atas kepala, giliran Divisi Ekonomi Kreatif yang melangkah mengambil peran. Pukul 10.00 hingga 10.30 WIB, ruang diskusi hangat terjalin bersama Bapak Carik (Sekretaris Desa) Bangunsari.

Pertemuan singkat namun sarat makna ini berfokus pada diskusi dan finalisasi program kerja sektor ekonomi. Dalam suasana yang interaktif, gagasan-gagasan pengembangan UMKM lokal dan rencana pelatihan kewirausahaan dimatangkan. Masukan bernas dari Bapak Carik menjadi kompas bagi mahasiswa untuk memastikan program yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan dan mampu memajukan perekonomian warga desa.

Mendoakan Langkah di Rumah Sendiri: Yasin dan Tahlil Posko

Menjelang maghrib, ketika semburat jingga perlahan meredup di ufuk barat, seluruh anggota kelompok KKN berkumpul di posko tempat mereka bernaung. Pukul 18.20 hingga 18.40 WIB, keheningan sore diisi dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil bersama.

Dalam ruang sederhana tersebut, untaian doa dilantunkan dengan khusyuk. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi seluruh anggota untuk meluruskan niat, memohon keselamatan, serta menjemput keberkahan atas setiap ikhtiar pengabdian yang tengah dijalankan di Desa Bangunsari.

Larut dalam Kedamaian Tahlilan Rutin Warga

Usai melantunkan doa di posko, tim mahasiswa laki-laki melangkahkan kaki bergabung dengan warga dalam tradisi keagamaan desa. Pukul 19.15 hingga 20.30 WIB, mereka hadir dalam majelis Yasin dan Tahlil rutinan bapak-bapak warga desa.

Duduk bersila melingkar bersama para tokoh dan warga, lantunan ayat-ayat suci dan kalimah thayyibah mengalun syahdu memecah keheningan malam. Kebersamaan dalam majelis ini tidak hanya menguatkan ikatan spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antara mahasiswa dan para sesepuh desa.

Mematangkan Visi: Diskusi Akhirbersama Bapak-Ibu Carik dan IPPNU

Rangkaian hari yang panjang ditutup dengan diskusi strategis oleh Divisi Kesehatan dan Lingkungan pada pukul 19.30 hingga 20.50 WIB. Bertempat di kediaman Bapak dan Ibu Carik, diskusi ini turut dihadiri oleh rekan-rekan remaja dari IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama).

Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi dan finalisasi program kerja di bidang kesehatan dan lingkungan. Sinergi antara kearifan perangkat desa dan semangat muda rekan-rekan IPPNU melahirkan kesepakatan-kesepakatan penting. Rencana kegiatan yang digagas kini siap dieksekusi dengan dukungan penuh dari seluruh elemen pemuda dan pemerintah desa.

Rangkaian kegiatan yang terajut sejak pagi hingga malam hari ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian bukan sekadar tentang menjalankan tugas, melainkan tentang menyatukan hati, merawat kearifan lokal, dan melangkah bersama menuju kebaikan Desa Bangunsari.

Share :