Berita

Tatkala Mahasiswa KKN Menyulut Semangat Belajar Anak-Anak Bangunsari

  • 06-08-2026
  • bangunsari
  • 51

Sore baru saja melangkah pelan di Desa Bangunsari, meninggalkan warna keemasan yang hangat menembus celah-celah pilar Balai Desa. Suasana yang biasanya hening di penghujung hari, kini berganti menjadi riuh rendah yang dipenuhi tawa riang dan gumaman kalimat-kalimat penuh rasa ingin tahu. Di atas lantai keramik yang sejuk, bertebaran buku-buku pelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang terbuka lebar, serta kotak-kotak pensil warna-warni. Di sanalah, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merajut ikatan kehangatan bersama anak-anak Sekolah Dasar melalui sebuah kegiatan bimbingan belajar sederhana namun sarat makna.

Tanpa sekat meja dan kursi yang kaku, mereka duduk lesehan melingkar. Kebersamaan yang tercipta begitu dekat dan tanpa jarak. Anak-anak SD tersebut, dengan mata berbinar-binar, tampak begitu antusias melahap setiap lembar materi yang disajikan. Di tiap sudut lingkaran, seorang kakak mahasiswa pendamping setia membimbing, membisikkan dorongan semangat, dan mengurai kalimat-kalimat rumit menjadi kisah yang mudah dipahami.

Salah satu fokus utama dalam bimbingan ini adalah pendampingan pengerjaan LKS secara berkelompok. Di sini, Balai Desa tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya benih-benih kerja sama. Anak-anak diajak untuk saling berdiskusi, memecahkan soal matematika bersama, hingga bertukar ide saat menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia. Senda gurau yang sesekali pecah di tengah diskusi justru menjadi pemanis yang membuat proses belajar terasa selayaknya sebuah permainan yang menyenangkan.

Di sudut lain, perhatian tertuju pada anak-anak yang sedang mengasah kemampuan membaca. Dengan kesabaran tanpa batas, para mahasiswa membimbing jemari mungil yang menelusuri tiap huruf di atas kertas. Suara ejaan yang patah-patah perlahan berubah menjadi deretan kalimat yang terucap makin lancar. Momen ketika seorang anak berhasil membaca satu paragraf utuh dengan benar dan disambut tepuk tangan hangat dari kakak pembimbingnya menjadi pemandangan yang begitu menyentuh jiwa.

Lebih dari sekadar mengejar nilai akademis atau menyelesaikan tugas sekolah, kegiatan bimbingan belajar ini dirancang untuk menyulut api literasi sejak dini. Kehadiran mahasiswa KKN membawa angin segar yang menumbuhkan kembali minat baca, membakar semangat belajar yang tinggi, serta memupuk rasa percaya diri di dalam diri setiap anak. Mereka belajar untuk tidak takut salah, berani bertanya, dan bangga atas setiap kemajuan kecil yang mereka raih.

Ketika matahari akhirnya benar-benar tenggelam di ufuk barat, kegiatan pun dimungkasi dengan senyuman puas di wajah semua yang hadir. Balai Desa Bangunsari sore itu bukan lagi sekadar bangunan fisik tempat pertemuan warga, melainkan telah bertransformasi menjadi panggung penuh harapan—tempat di mana mimpi-mimpi kecil anak-anak desa dibimbing untuk terbang lebih tinggi.

Share :