Berita

Ribuan Warga Desa Bangunsari Kendal Gelar Doa Lintas Agama, Wujud Syukur Merti Desa dan HUT RI ke-81

  • 29-08-2026
  • bangunsari
  • 13

Di bawah naungan langit sore yang teduh, gema kebersamaan membumbung tinggi dari jantung Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Ribuan warga dari berbagai sudut desa berkumpul menyatu dalam satu denyut rasa: keikhlasan untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui tradisi luhur Merti Desa yang diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Desa Bangunsari menggelar agenda doa bersama antarumat beragama yang memancarkan pesona kedamaian dan toleransi mendalam.

Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama desa saat senja mulai membiaskan warna keemasannya. Tidak ada sekat sosial, tidak ada perbedaan pandangan; tua dan muda, pimpinan desa hingga warga biasa, duduk bersila bersama di atas hamparan tikar yang membentang. Keindahan persaudaraan ini kian terasa nyata dengan hadirnya segenap elemen masyarakat yang begitu beragam. Warga dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), umat Kristiani, hingga para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tampak duduk berdampingan dengan penuh rasa hormat.

Yang paling menyentuh kalbu adalah momen ketika para tokoh dan perwakilan dari warga NU, LDII, gereja-gereja setempat, serta sesepuh penghayat kepercayaan berdiri berdampingan di atas panggung. Doa-doa dilantunkan secara bergantian sesuai dengan tradisi dan ajaran keyakinan masing-masing—sebuah simfoni spiritual yang mengalun harmonis, mengetuk pintu langit demi keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran bumi Bangunsari. Kebersamaan antarelemen ini menjadi bukti nyata betapa kokohnya tali silaturahmi yang telah lama terjalin di desa ini.

Tradisi Merti Desa atau sedekah bumi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi rasa terima kasih yang tulus atas limpahan rahmat, rezeki, dan kesuburan tanah yang telah menghidupi warga sepanjang tahun. Diintegrasikannya momentum ini dengan HUT ke-81 RI kian menebalkan nilai-nilai nasionalisme warga. Bendera Merah Putih mengibar anggun di sekeliling area acara, menyatu dengan nuansa kebudayaan lokal yang kental, menegaskan bahwa semangat kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring, saling menguatkan dalam ikatan tali persaudaraan.

Senyum merekah dan tatapan penuh harapan terlihat jelas dari wajah-wajah warga yang hadir. Gelak tawa anak-anak yang berlarian kecil di pinggir lapangan melengkapi hangatnya malam kebersamaan itu. Acara doa bersama ini ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama hidangan tumpeng serta hasil bumi lokal—sebuah simbol manunggalnya masyarakat dalam keberagaman.

Malam itu, Desa Bangunsari tidak hanya sukses menyelenggarakan sebuah peringatan, melainkan juga telah melukiskan mahakarya kehidupan: sebuah pesan damai dari pelosok Kendal bahwa perbedaan keyakinan adalah rahmat, dan rasa syukur yang dirayakan bersama adalah perekat terkuat bagi keutuhan bangsa.

 

DOKUMENTASI KEGIATAN :

    

https://youtube.com/shorts/TJzMv4uRvAw

Share :