Berita

Mengurai Cerita di Tanah Bangunsari

  • 28-07-2026
  • bangunsari
  • 18

Jumat, 24 Juli 2026, menjadi lembaran hari yang penuh warna dan makna bagi para mahasiswa KKN. Sejak pendar surya merambat naik hingga malam berlabuh tenang, setiap detik dirajut dengan semangat silaturahmi, pembelajaran, dan kepedulian terhadap kearifan lokal Desa Bangunsari.

Merekam Derap Ekonomi Lokal: Kripik Pisang Pak Prapto

Pagi baru saja menjejakkan kakinya dengan hangat ketika jarum jam menunjukkan pukul 09.30 WIB. Langkah-langkah optimis dari Divisi Ekonomi Kreatif berayun menuju salah satu penggerak roda ekonomi warga, UMKM Kripik Pisang milik Pak Prapto. Kunjungan pra-observasi dan wawancara ini menjadi pintu gerbang awal untuk menyelami potret usaha lokal secara lebih mendalam.

Di tengah aroma gurih pisang olahan dan kehangatan sambutan Pak Prapto, para mahasiswa menyerap cerita perjuangan, proses produksi, hingga tantangan pemasaran yang dihadapi. Dalam rentang waktu hingga pukul 10.00 WIB tersebut, terjalin dialog interaktif yang melahirkan gagasan-gagasan segar untuk pengembangan potensi usaha warga di masa depan.

Lantunan Sholawat dan Kebersamaan di Saung Syahdu Fatayat

Saat mentari mulai bergeser ke ufuk barat, pukul 14.00 WIB, giliran para srikandi kelompok KKN yang melangkahkan kaki menuju mushola desa. Suasana religius dan penuh ketenangan langsung menyapa ketika mereka bergabung bersama ibu-ibu anggota Fatayat.

Dalam ruang penuh keberkahan hingga pukul 15.30 WIB, lantunan syair Maulid Nabi berkumandang merdu, mengalun indah memecah kesunyian siang. Sentuhan nada-nada pujian kepada Sang Baginda Rasulullah tidak hanya menyejukkan jiwa, tetapi juga meluruhkan batas antara mahasiswa dan warga. Kebersamaan di mushola siang itu menjadi bukti nyata betapa indahnya tradisi dan keagamaan yang terus dirawat dengan kasih sayang oleh perempuan-perempuan tangguh Desa Bangunsari.

 

Menelusuri Warisan Leluhur: Jamu Tradisional Bu Jumiatun

Tak berhenti di situ, malam Jumat yang syahdu ditutup dengan langkah bergerak cepat dari Divisi Ekonomi Kreatif. Pukul 19.30 WIB, mereka melanjutkan agenda pra-kunjungan ke UMKM Jamu Tradisional milik Bu Jumiatun.

Di sela-sela aroma rempah-rempah yang khas dan menentramkan, mahasiswa kembali melakukan wawancara serta observasi tahap awal hingga pukul 20.15 WIB. Bu Jumiatun dengan penuh semangat membagikan resep kebaikan alam yang telah dirawatnya bertahun-tahun. Kunjungan ini menutup rangkaian aktivitas seharian dengan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga warisan kesehatan tradisional sekaligus mendorong daya saingnya di era modern.

Rangkaian kegiatan di hari Jumat tersebut bukan sekadar guguran agenda, melainkan rajutan cerita tentang ketulusan merangkul warga, menimba kearifan lokal, dan menyemai benih kebaikan di setiap sudut Desa Bangunsari._red_m@s_carik_

Share :