*BANGUNSARI, 11 Juli 2026* – Lembayung senja di Desa Bangunsari sore ini terasa jauh lebih hangat dan teduh dari biasanya. Bukan sekadar karena cuaca yang bersahabat, melainkan karena atmosfer spiritual dan kemanusiaan yang begitu kental merayap di setiap sudut desa. Hari ini, seluruh elemen Nahdlatul Ulama (NU) bersama jajaran Badan Otonomnya (Banom), bahu-bahu menyatu dengan masyarakat dalam sebuah ikatan kebersamaan yang tulus: melaksanakan agenda tahunan santunan untuk anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.Acara yang dipusatkan di pelataran utama desa ini menjadi panggung indahnya gotong royong—atau yang akrab disebut warga setempat sebagai *disengkuyung*. Sejak pagi buta, geliat persaudaraan sudah tampak nyata. Para kader Muslimat dan Fatayat NU dengan cekatan dan penuh senyum menyiapkan bingkisan serta hidangan, sementara barisan Ansor dan Banser berjaga dengan sigap, memastikan kenyamanan dan ketertiban bagi setiap tamu yang hadir. Tidak ketinggalan, rekan-rekan remaja dari IPNU dan IPPNU turut ambil bagian dengan keceriaan khas anak muda, mendampingi adik-adik yatim agar merasa terhibur dan bahagia.---### Air Mata Haru dan Senyum yang MengembangSuasana khidmat kian memuncak saat lantunan selawat nabi mulai menggema, menggetarkan sanubari siapa saja yang mendengarnya. Ketika satu per satu anak yatim piatu dan dhuafa dipanggil ke depan untuk menerima santunan, suasana seketika berubah haru.Tangan-tangan mungil yang selama ini merindukan dekapan kasih sayang, hari ini digenggam erat oleh para pengurus NU dan Banom. Ada air mata yang menitik halus di sudut mata para sesepuh desa, namun ada pula senyum yang mengembang begitu lebar dari bibir anak-anak tersebut saat menerima tali asih dan bingkisan yang telah disiapkan.Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kalender tahunan, melainkan wujud nyata dari konsep *Islam Rahmatan lil 'Alamin* yang dibumikan langsung di tengah masyarakat Bangunsari. Keikhlasan warga yang turut menyisihkan rezekinya untuk menyukseskan acara ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial di desa ini belum pudar, melainkan justru semakin mengakar kuat.---### Apresiasi Tinggi dari Kepala DesaKeberhasilan sinergi yang luar biasa ini mendapat perhatian dan apresiasi mendalam dari Kepala Desa Bangunsari, Bapak Suwandi. Dalam sambutannya yang sarat akan rasa haru dan bangga, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.> "Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata dari keluhuran budi dan kekuatan iman. Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga Bangunsari, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU. Tanpa lelah, panjenengan semua telah menjadi motor penggerak kebaikan di desa ini," ujar Bapak Suwandi dengan suara yang bergetar penuh wibawa.Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya meringankan beban materi bagi warga yang membutuhkan, tetapi juga berhasil merawat ruh gotong royong dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. "NU telah menunjukkan bahwa merawat sesama adalah fondasi utama untuk membangun desa yang berkah dan sejahtera," pungkasnya diiringi tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.---Malam pun perlahan turun di Desa Bangunsari, menutup rangkaian acara dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama setempat. Acara mungkin telah usai, namun jejak kebaikan, tawa renyah anak-anak yatim, dan semangat *sengkuyung* yang ditunjukkan oleh warga bersama NU hari ini, akan tetap tinggal dan membekas lama di sanubari masyarakat Bangunsari.(red@mascarik)
Share :