BANGUNSARI — Udara segar Minggu pagi, 2 Agustus 2026, menyapu lembut kawasan Desa Bangunsari. Di saat sang fajar baru saja menyibak tirai jingga di ufuk timur, halaman Balai Desa Bangunsari telah berubah menjadi panggung kehangatan. Puluhan derap langkah kaki, gelak tawa yang pecah, dan alunan musik energik berpadu harmonis dalam kegiatan Senam Pagi Bersama yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 186 bersama Ibu-Ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bangunsari.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana yang biasanya tenang di area pusat pemerintahan desa itu mendadak semarak. Mengenakan pakaian olahraga bernuansa cerah, para anggota tim KKN Posko 186 tampak sigap menyambut kedatangan para warga. Tak butuh waktu lama, halaman balai desa pun dipenuhi oleh barisan ibu-ibu PKK yang hadir dengan semangat membara, siap meluruhkan penat dan menyambut pola hidup sehat di akhir pekan.
Di bawah naungan langit pagi yang cerah tanpa awan, para instruktur senam dari perwakilan mahasiswa KKN naik ke barisan depan. Begitu alunan musik berirama cepat mulai memecah keheningan, gerakan pemanasan hingga inti senam dipagakan dengan penuh ketangkasan. Gerakan demi gerakan diikuti dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta. Tawa renyah dan sorak-sorai saling bersahutan setiap kali irama lagu berganti, mencairkan segala kekakuan dan mengikis batasan antara mahasiswa pendatang dan warga lokal.
Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 186, senam pagi ini bukan sekadar agenda rutin penunjang kesehatan fisik, melainkan sebuah jembatan silaturahmi yang dirajut dengan ketulusan. Di setiap peluh yang menetes dan senyum yang terukir, terbias energi positif tentang arti penting kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum emas untuk meleburkan diri, mendengarkan cerita, serta mempererat tali kekeluargaan dengan masyarakat Desa Bangunsari, khususnya para penggerak PKK yang menjadi pilar keharmonisan desa.
Usai gerakan pendinginan dan napas kembali teratur, acara tidak begitu saja usai. Momen keakraban berlanjut dalam tawa hangat sembari menikmati suguhan hidangan tradisional dan kesegaran air minum di pelataran balai desa. Obrolan ringan mengalir tanpa sekat, mempertegas bahwa keberadaan KKN Posko 186 di Desa Bangunsari telah diterima dengan tangan terbuka dan penuh rasa kekeluargaan.
Melalui ayunan tangan dan langkah kaki yang selaras di Minggu pagi itu, KKN UIN Walisongo Posko 186 dan Ibu-Ibu PKK Desa Bangunsari tidak hanya berhasil memupuk kebugaran tubuh, tetapi juga menanamkan kenangan manis yang akan terus berkesan. Sebuah awal pagi yang sederhana, namun sarat makna tentang pengabdian, persaudaraan, dan indahnya hidup berdampingan.
Share :