Berita

Dedikasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Generasi Muda MDTU NU 21 Thoriqul Ulum

  • 06-08-2026
  • bangunsari
  • 70

Desa Bangunsari selalu memiliki caranya sendiri untuk menyapa kehidupan. Di antara sepoi angin pedesaan dan dedaunan yang masih dibasahi embun, riuh suara mungil anak-anak melantunkan ayat-ayat suci mulai terdengar dari sudut MDTU NU 21 Thoriqul Ulum. Suasana madrasah hari itu terasa begitu hangat dan penuh warna, diwarnai senyum ceria para santri cilik yang menyambut kedatangan kakak-kakak Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

Kehadiran para mahasiswa ini bukan sekadar menjalankan tugas pengabdian masyarakat, melainkan sebuah ikhtiar tulus untuk menyemai benih-benih cinta Al-Qur'an sejak dini. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan, mereka mendampingi ruang-ruang kelas yang dipenuhi kepolosan: kelas Pra-TK, kelas 1, dan kelas 2.

Di kelas Pra-TK, riak tawa riang menjadi irama utama. Anak-anak yang baru belajar mengenal dunia huruf hijaiyah disambut dengan pendekatan yang penuh kasih dan metode belajar yang menyenangkan. Jemari mungil mereka dibimbing perlahan menelusuri lembar demi lembar buku Iqra. Dari pengenalan huruf Alif, Ba, hingga Ta, para mahasiswa KKN dengan telaten menyelipkan cerita moral dan nyanyian islami agar anak-anak tidak merasa jenuh. Kepolosan tawa mereka saat berhasil melafalkan satu huruf dengan benar menjadi hadiah paling indah bagi para pengajar muda ini.

Melangkah ke ruang kelas 1 dan kelas 2, suasana bertransformasi menjadi lebih khusyuk namun tetap menyenangkan. Anak-anak di tingkatan ini mulai dilatih kelancaran membaca, membiasakan tanda baca harakat, serta memperhalus makhraj dan tajwid dasar. Dengan tatapan matanya yang polos dan penuh rasa ingin tahu, para santri cilik mengantre satu per satu untuk menyetorkan bacaan Iqra di hadapan mahasiswa. Suara tajam dan lantang mengalun merdu, memecah kesunyian ruangan, mencerminkan semangat membara untuk bisa segera membaca Al-Qur’an dengan fasih.

Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, momen mengajar di MDTU NU 21 Thoriqul Ulum ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah ruang perjumpaan batin yang mendalam. Pengabdian ini mengaburkan batas antara pengajar dan yang diajar; keduanya saling memberi pelajaran tentang ketulusan, kesabaran, dan rasa syukur. Dedikasi ini menjadi pilar nyata dalam mendukung pendidikan keagamaan di Desa Bangunsari, membina karakter generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an.

Ketika mentari kian meninggi dan kegiatan mengaji diakhiri dengan doa bersama, gema suara anak-anak menembus langit Bangunsari. Di balik lembaran-lembaran Iqra yang mereka pegang erat, tersimpan harapan besar bagi masa depan desa ini—sebuah cita-cita luhur yang kini tengah dipupuk bersama oleh semangat juang para pengabdi muda UIN Walisongo Semarang.

 

Share :